Perkembangan teknologi dari pengaruh globalisasi
sekarang ini begitu pesat yang diiringi dengan perkembangan sistem informasi
yang berbasis teknologi. Hal ini telah menyebabkan terjadinya
perubahan-perubahan yang begitu cepat di dalam berbagai bidang. Teknologi
informasi dalam hal ini merupakan salah satu tiang penopang keberhasilan dalam
era globalisasi itu (Mulyadi, 1999 dalam Dony 2008). Kemunculan teknologi
mainframe pada dekade 1960-an telah membawa perubahan mendasar pada proses
pengolahan data, yaitu dari proses manual ke proses Bacth (Batch Processing).
Dengan dukungan komputer yang semakin baik, tahun 1970 proses pengolahan data
mulai bergerak menjadi system on-line data processing (Widiatmoko, 2004 dalam
Dinar. K, 2006). Menurut (Wreden, 1997 dalam Hendri 2008) penggunaan teknologi
dalam perusahaan akan mendukung kegiatan perusahaan yaitu: 1) meningkatkan
produktivitas, 2) mengurangi biaya operasional, 3) meningkatkan pengambilan
keputusan, 4) meningkatkan relationship dengan pelanggan, 5) mengembangkan
aplikasi strategi baru.
Salah satu cara agar organisasi atau perusahaan
dapat bersaing dengan para kompetitornya adalah dengan menggunakan sistem
informasi yang baik. Tidak sedikit organisasi atau perusahaan yang mengeluarkan
dana yang begitu besar dalam investasi sistem informasi tersebut. Kesuksesan
pengembangan sistem informasi sangat tergantung pada kesesuaian harapan antara
system analyst, pemakai (user), sponsor dan kostumer (Szajna dan Scammel, 1993
dalam Elfreda Aplina, 2003). Demikian juga (Bodnard dan Hopwood, 1995 dalam
Elfreda Aplina, 2003) berpendapat bahwa perubahan dari sistem manual ke sistem komputerisasi
tidak hanya menyangkut perubahan teknologi, tetapi juga perubahan perilaku dan
organisasional.
Berdasarkan penelitian dari para peneliti dan
praktisi diperoleh hasil bahwa teknologi informasi yang dimiliki oleh
perusahaan merupakan nilai potensial yang dapat digunakan sebagai salah satu
keunggulan kompetitif perusahaan bersangkutan. Infrastruktur teknologi
informasi merupakan alat kompetitif bagi perusahaan dan merupakan masalah
krusial dalam perkembangan keunggulan kompetitif jangka panjang sebuah
perusahaan. Karakteristik unik dari infrastruktur teknologi informasi
menentukan nilai infrastruktur sebuah organisasi. Salah satu karakteristik
infrastruktur teknologi informasi adalah fleksibel dan responsive. (Yusni dan
Clara, 2008).
Teknologi informasi
dalam sebuah organisasi terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak,
perangkat telekomunikasi, manajemen basis data, dan teknologi lain yang
digunakan untuk menyimpan data dan membuat data tersedia dalam bentuk informasi
kepada pembuat keputusan. (Daft, 2000 dalam Dinar. K, 2006). Teknologi
informasi modern dilandasi pada pemahaman bahwa sebagian besar aktivitas
organisasi melibatkan kelompok manusia dan karyawan organisasi, atau pemasok
dan pelanggan. Agar kelompok tersebut bekerja sama, sepakat memecahkan masalah
dan memenuhi kebutuhan satu sama lain, mereka harus bisa berbagi informasi.
Jadi, banyak perusahaan atau organisasi menggunakan teknologi informasi
menawarkan kemampuan kepada orang-orang untuk memanfaatkan Komputer mereka
dalam rangka menyebarkan informasi. (Daft, 2002 dalam Dinar. K, 2006).
Beberapa manfaat yang diberikan dari teknologi
di dunia perusahaan :
- Banyak bermunculan suatu peluang bisnis baru (E-business), semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi akan mendorong beberapa orang untuk menciptakan beberapa peluang yang sangat menguntungkan dan sebagai modal bisnis yang sangat menguntungkan. Contohnya pemanfaatan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi seperti, google. Di mana search engine google banyak digunakan untuk mencari sesuatu di internet dan perusahaan google akan mendapatkan banyak keuntungan.
- Tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya produksi dan operasional, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini dapat membantu perusahaan dalam mengurangi beberapa biaya produksi sehingga perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan mengeluarkan biaya yang sedikit, dan mengurangi biaya operasional sehingga perusahaan dapat menambah jumlah produksi di setiap barang produksinya.
- Mempermudah proses komunikasi pada setiap karyawan, komunikasi ini dapat mempermudah pada setiap karyawan yang bekerja, sehingga karyawan tidak perlu repot-repot datang ke ruang rapat dan berkumpul bersama, dan bisa melakukan komunikasi menggunakan komputer untuk saling berkomunikasi mengenai beberapa ide. Hal tersebut membuat rapat menjadi lebih praktis dan juga dapat mengawasi kinerja para karyawan.
- Akses penyebaran informasi lebih luas, dengan adanya teknologi informasi kita dapat mempublikasikan berita melalui internet yang dapat tersebar dengan cepat dan luas di bandingkan dengan menggunakan pos atau koran. Kita juga bisa menyebar luaskan informasi ke seluruh dunia dan dapat berinteraksi langsung melalui komputer.
- Komunikasi yang cepat dan luas, fasilitas yang ada di internet banyak membuktikan kecepatan dan luasnya berkomunikasi dengan orang yang dituju tanpa batas wilayah, seperti E-mail yang telah banyak digunakan untuk mengirim dan menerima dokumen. Chat atau video call juga mempercepat komunikasi.
- Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Dalam rangka menghubungkan lebih dari 500 unit kantor operasional dan 32.000 pegawai yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, DJP memanfaatkan Microsoft SQL Server Integration Services (SSIS) untuk mengintegrasikan data dan SQL Server Analysis Services (SSAS) untuk melakukan agregasi data.
- Kepolisian Resor Kediri (Polres Kediri), Pada Desember 2016, Polres Kediri bekerjasama dengan PT Trimaxindo Abadi dan Microsoft Indonesia memprakarsai penerapan e-tilang, sistem tilang digital pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi auto scale Azure untuk mengelola pengaksesan aplikasi dari jutaan warga Kediri. Sepak terjang e-tilang yang baik mendorong Korps Lalu Lintas Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menjadikan e-tilang sebagai program nasional.
- Garuda Indonesia, Pada pertengahan 2015, penjualan tiket online Garuda Indonesia melesat sebanyak 200% setelah situs penjualan tiket online Garuda direstrukturisasi dengan teknologi Microsoft Azure.
Sumber :
Dinar. 2006.
Kepercayaan terhadap Teknologi Sistem Informasi Baru dalam Evaluasi Kinerja
Individual, Studi Kasus Universitas Islam Indonesia. Skripsi, FE UII.
Bandi, 2006. Pengaruh
Respon Perusahaan Dalam Investasi Teknologi Informasi Terhadap Kinerja
Perusahaan: Strategi Bisnis, Kematangan Teknologi Informasi, Dan Ukuran
Perusahaan Sebagai Variabel Anteseden. SNA IX , Agustus.
Imam Ghozali, 2002,
Aplikasi Analisis Penelitian Bisnis Untuk Manajemen dan Akutansi, Edisi
Pertama, Yogyakarta, BPFE.
Jumaili, Salman. 2005.
Kepercayaan terhadap Teknologi Sistem Informasi Baru dalam Evaluasi Kinerja
Individual. SNA VIII, September.
https://selular.id/2017/03/4-contoh-perusahaan-di-indonesia-yang-sudah-transformasi-digital/
No comments:
Post a Comment