AUDIT SISTEM INFORMASI
TUGAS 3
DOSEN : NUR ALFIANI
NAMA : PAHLEVI ZAKI RAHMANDIANTO
NPM : 18114363
KELAS : 4KA39
Pengertian Manajemen Risiko
u Proses
pengelolaan risiko yang mencakup identifikasi, evaluasi dan
pengendalian risiko yang dapat mengancam kelangsungan usaha atau
aktivitas perusahaan
u Fokus
manajemen risiko ini adalah mengenal pasti risiko dan mengambil
tindakan yang tepat terhadap risiko, yang tujuannya adalah secara terus
menerus menciptakan atau menambah nilai maksimum kepada semua kegiatan
organisasi.
Fungsi manajemen risiko adalah:
u Menetapkan kebijakan dan strategi menajemen risiko.
u Primary champion of risk management pada tingkat strategis dan operational.
u Membangun budaya sadar risiko di dalam organisasi melalui pendidikan yang memadai.
u Menetapkan kebijakan risiko internal dan struktur pada unit usaha.
u Pengkoordinasian
berbagai macam kegiatan fungsional yang memberikan nasihat tentang
masalah- masalah manajemen risiko dalam organisasi.
u Membangun proses cepat tanggap risiko, meliputi penyusunan program kontingensi dan kesinambungan bisnis.
Metode Identifikasi Resiko
u Analisis data historis
Menggunakan berbagai informasi dan data yang tersedia dalam perusahaan mengenai segala sesuatu yang pernah terjadi
Contoh dari data kepegawaian, dapat diketahui bahwa perusahaan menghadapi resiko kehilangan karyawan yang penting
u Pengamatan dan survey
Melakukan investigasi atau pencarian data langsung di tempat kejadian
Contoh dengan mengamati proses produksi, dapat diketahui bahwa perusahaan menghadapi resiko lampu mati
u Pengacuan (benchmarking)
Mencari informasi tentang resiko di tempat atau perusahaan lain
Contohnya, dari berita di media massa, dapat diketahui bahwa eskalator beresiko menyebabkan anak-anak terjepit
u Pendapat ahli
Mencari informasi dari ahli di bidang resiko tertentu
Contohnya dari bertanya pada dokter, dapat diketahui bahwa orang dengan tingkat kolesterol tinggi beresiko kena penyakit jantung
Fungsi Pengambilan keputusan, yaitu:
- Pangkal permulaan dari semua aktifitas manusia yang sadar dan terarah baik secara individual maupun secara kelompok, baik secara institusional maupun secara organisasional
- Sesuatu yang bersifat futuristik artinya bersangkutpaut dengan masa yang akan datang, dimana efeknya atau pengaruhnya berlangsung cukup lama.
Tujuan Pengambilan Keputusan
- Bersifat Tunggal
Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal terjadi apabila
keputusan yang dihasilkan hanya menyangkut satu masalah, artinya bahwa
sekali diputuskan, tidak ada kaitannya dengan masalah lain.
2. Bersifat Ganda
Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat ganda terjadi apabila
keputusan yang dihasilkan menyangkut lebih dari satu masalah, artinya
keputusan yang diambil itu sekaligus memecahkan dua (atau lebih) masalah
yang bersifat kontradiktif atau yang bersifat tidak kontradiktif.
Pengambilan Keputusan
Identifikasi alternatif pengambilan keputusan untuk masalah
Ada 4 kelompok yaitu :
1. Certainty
u Perhitungan ekonomi secara pasti
u Keputusan pasti terjadi è dibandingkan memilih yg PROFITABEL
Misal :
Usaha produksi keripik apel dan nangka dg luas lahan 1 ha, akan lebih menguntungkan yg mana…? Cukup dibandingkan hasil produktivitasnya
2. Risk
u Hasilnya tidak pasti, probabilitas diketahui, informasi yg tidak sempurna
u Alternatif yg harus dipilihà lebih dari 1 kemungkinan hasil (kondisi baik, normal, jelek)
u Pengambil keputusan memiliki lebih dari 1 alternatif tindakan
u Ada alternatif tindakan yg feasibel (bisa dilakukan)
3. Uncertainty
u Probabilitas hasil tidak diketahui scr pasti (hanya berdasar perkiraan)
u Pengambil keputusan tdk memiliki informasi lengkap dan sempurna
u Hal yg akan diputuskan belum pernah terjadi
u Antisipasi kondisi ketidakpastian :
· mencari informasi lebih banyak
· melalui riset
· penggunaan probabilitas subyektif
4. Conflict
u Terjadi persaingan
u Perlu melakukan analisis kelayakan ekonomi tiap unit usaha
Risiko Strategik
Setiap
orang tahu bahwa sebuah bisnis yang sukses memerlukan sebuah rencana
bisnis yang komprehensif dan dipikirkan dengan matang. Namun itu juga
sebuah fakta hidup bahwa banyak hal berubah, dan rencana terbaik anda
terkadang terlihat begitu kuno dengan sangat cepat.
Inilah
risiko strategik. Itu adalah sebuah risiko dimana strategi perusahaan
anda menjadi kurang efektif dan perusahaan anda berusaha keras untuk
mencapai goal sebagai sebuah hasil. Itu dapat disebabkan karena
perubahan teknologi, pesaing kuat baru yang memasuki pasar, perubahan
dalam permintaan pelanggan, peningkatan harga bahan baku, atau perubahan
skala besar lainnya.
Sejarah
diisi dengan contoh - contoh perusahaan yang menghadapi risiko
strategik. Beberapa dapat beradaptasi dengan baik, sementara yang
lainnya gagal.
Sebuah
contoh klasik adalah Kodak, yang pernah menempati posisi dominan dalam
pasar fotografi film dan saat salah satu teknisinya menemukan kamera
digital tahun 1975, perusahaan itu melihat inovasi tersebut sebagai
ancaman terhadap model bisnis utamanya, dan gagal untuk
mengembangkannya.
Sangat
mudah untuk mengatakannya jika kita melihat ke belakang, tentu saja,
namun jika Kodak menganalisa risiko strategik dengan lebih hati - hati,
mereka dapat menyimpulkan bahwa orang lain mungkin akan mulai membuat
kamera digital suatu saat, jadi akan lebih baik jika Kodak mengkanibal
bisnisnya sendiri daripada dilakukan oleh perusahaan lain.
Kegagalan
untuk mengadaptasi sebuah risiko strategik membawa kepada kebangkrutan
Kodak. Perusahaan tersebut berusaha bangkit dari kebangkrutan sebanyak
usaha perusahaan kecil yang fokus pada solusi pencitraan corporate,
namun jika perusahaan tersebut melakukan perubahan lebih cepat, mungkin
saja dominasinya tetap dapat dipertahankan.
Menghadapi
sebuah risiko strategik tidak harus menjadi sebuah bencana. Pikirkan
tentang Xerox, yang menjadi sinonim dengan sebuah produk tunggal yang
sukses besar, mesin fotokopi Xerox. Pengembangan cetak laser sebelumnya
merupakan risiko strategik bagi posisi Xerox, namun tidak seperti Kodak,
perusahaan tersebut dapat beradaptasi terhadap teknologi baru dan
mengubah model bisnisnya. Cetak laser menjadi lini bisnis multi milyar
bagi Xerox, dan perusahaan tersebut bertahan dari risiko strategik.
SUMBER:
https://business.tutsplus.com/id/tutorials/the-main-types-of-business-risk--cms-22693
No comments:
Post a Comment