1.
Pengertian
Penderitaan
Penderitaan itu
diambil dari kata derita, dan derita ialah menahan atau menanggung sesuatu yang
tidak disenangi. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Jadi
penderitaan itu ialah resiko yang harus diterima manusia,dan tidak ada manusia
yang tidak pernah mendapatkan penderitaan, karena penderitaan sendiri itu
dialami setiap manusia yang hidup didunia, jika ada seseorang manusia yang
berkata bahwa “selama hidup saya tidak ada penderitaan maka dia berbohong”.
Karena Tuhan
tidak hanya memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga
memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia
sadar untuk tidak berpaling dari-nya.
Dalam surat AlQur'an
Al Insyiqoq:6 dinyatakan "manusia ialah mahluk yang hidupnya penuh
perjuangan". Jadi menurut garis besar saya “manusia yang hidup didunia
akan mendapatkan penderitaan, entah kapan?, tetapi penderitaan itu pasti akan
terjadi.” Karena umumnya manusia kurang memperhatikan peringatan tersebut,
sehingga manusia mengalami penderitaan.
2.
Siksaan
Setelah kita
membahas tentang penderitaan, kita lanjut ke tingkat yang lebih dari sebuah
penderitaan, yaitu siksaan. Pastinya kita sering mendengar kata
"siksaan" dalam kehidupan kita sehari-hari. Siksaan yang dialami
manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak dibaca diberbagai
media massa. Berita mengenai siksaan dapat kita temui dalam kehidupan
sehari-hari. Biasanya sebagian besar adalah mengnai siksaan, pembunuhan,
pemerkosaan, pencurian, dan sebagainya. Bahkan biasanya ditulis besar-besar
atau sebagai headline di halaman pertama dengan judul huruf besar beserta
dengan gambar si korban.
3.
Kekalutan
Mental
Penderitaan
batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih
sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat
ketidakmampuan seseorang mengahdapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang
bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
Gejala Seseorang
yang Mengalami Kekalutan Mental
1. Nampak pada
jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2. Nampak pada
kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah
marah
Tahap-tahap
Gangguan Kejiwaan
1. Gangguan
kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun
rokhani
2. Usaha
mempertahankan diri dengan cara negative
3. Kekalutan
merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalam
gangguan
Sebab-sebab
timbulnya Kekalutan Mental
1. Kepribadian
yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
2. Terjadinya
konflik sosial budaya
3. Cara pematangan
batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan
sosial.
Proses-proses
Kekalutan Mental
Proses kekalutan
mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negative.
Positif: Trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap
survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan
kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya. Negatif; Trauma yang
dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami fustasi, yaitu tekanan batin akibat
tidak tercapainya apa yang diinginkan. Oleh karena itu, penderita kekalutan
mental lebih banyak terdapat dalam lingkungan :
1. Kota-kota
besar banyak memberikan tantangan-tantangan hidup yang berat, sehingga orang
merasa dikejar-kejar dalam memenuhi keperluan hidupnya. Akibatnya, sebagian
orang tidak mau tahu penderitaan orang lain, timbullah egoisme yang merupakan
salah satu ciri masyarakat kota.
2. Anak-anak usia muda tidak berhasil dalam
mencapai apa yang dikehendaki atau diidam-idamkan, karena tidak berimbanganya
kemampuan dengan tujuannya, dan karena belum berpengalaman.
3. Wanita
umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah dan memendamnya di dalam hati
(introver). Namun, sulit mengeluarkan perasaannya tersebut, sementara mereka
memiliki kondisi tubuh yang lebih lemah. Hal ini mengakibatkan mereka banyak
memendam masalah dalam hati, sehingga tidaklah mengherankan kalau kaum
wanita banyak yang menjadi penderita
psikosomatik (penyakit akibat gangguan kejiwaan) dari pada kaum pria.
4. Orang-orang yang tidak beragama tidak
memiliki keyakinan bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi
sehingga sikap pasrah pada umumnya tidak dikenalnya. Dalam keadaan yang sulit,
orang seperti ini mudah sekali megalami penderitaan, diperkirakan bahwa jumlah
penderita golongan ini mencapai 40 %.
5. Orang yang
terlalu mengejar materi, seperti pedagang dan pengusaha, selalu memiliki sifat
‘gigih’ dalam memperoleh tujuan kegiatanya, yaitu mencari untung sebanyak
mungkin. Mereka adalah kaum materialis dan biasanya mengabaikan masalah
spiritual yang justeru membuat seseorang pasrah pada saat-saat tertentu.
Cara-cara untuk
menghindarkan diri dari frustrasi antara lain adalah sebagai berikut :
Seseorang harus memelihara kesehatan jiwa
(mental health) yang memiliki ciri-ciri seperti memelihara tujuan hidup,
bergairah namun tetap serta harmonis, ada keseimbangan antara kemampuan dan
tujuan, memiliki integrasi dan regularisasi tehadap struktur kepribadian, dan
efisien dalam tindakan-tindakannya.
Melatih
berpikir dan berbuat wajar tanpa menggunakan defence mechanism atau escape
mechanism yang negatif. Artinya hanya bersifat pertahanan mundur yang pada
suatu saat akan mengakibatkan seseorang terpojok sendiri. Untuk menghindari hal
tersebut, salah satu cara yang baik adalah dengan melakukan positive thinking,
yaitu suatu cara untuk memecahkan persoalan dengan berpikir jauh ke depan
(futuristis).
Berani
mengatasi kesulitan sebagai respons terhadap challenge (tantangan) yang
dihadapi agar dirinya survive dalam kehidupan. Keberhasilan seseorang dalam
mengatasi kesulitan yang dihadapi akan membuat dirinya menjadi puas.
Berkomunikasi
dengan orang lain, terutama dengan para ahli (Psikiater). Lebih dari itu adalah
menghilangkan himpitan perasaan untuk memperoleh petunjuk dalam mengatasi
kesulitan yang dihadapi, selain dengan para ahli, cara mengatasi persoalan juga
dapat dilakukan dengan berkomunikasi dengan kawan akrab. Kawan akrab dapat
diajak bertukar pikiran, sehingga bisa membantu dalam meringankan suatu
masalah, misalnya frustrasi.
Dalam banyak
hal, kawan akrab selalu menampung segala rasa, terutama rasa yang tidak
menyenangkan, misalnya penderitaan. Bahkan, pada saat yang diperlukan dapat
juga memberikan nasihat yang dibutuhkan.
4.
Penderitaan
dan perjuangan
Penderitaan
adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Dan perjuangan merupakan
usaha manusia untuk keluar dari penderitaan. Setiap manusia pasti mengalami
penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan
manusia, karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha
mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau
menghilangkan sama sekali. Manusia adalah mahluk berbudaya dengan budayanya itu
ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya. Hal ini
membuat manusia itu kreatif, baik bagi penderita sendiri maupun bagi orang lain
yang melihat atau mengamati penderitaan. Penderitaan dikatakan sebagai kodrat
manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup
ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita.
Daftar Pustaka
-
Nugroho
Widyo dan Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : Universitas
Gunadarma
-
Munandar
Soelaeman,M. 2005. Ilmu Budaya Dasar. Bandung : Refika Aditama
No comments:
Post a Comment